Minggu, 28 Oktober 2018

[LVI] Labrador Retriever - AKB48

Baby Love
Sebuah parasol warna putih
Berdiri siapkan tempatmu di musim ini

Beachside
Bikini ala 70-an itu
Adalah favoritmu tahun ini

Apa kita berlibur lebih cepat
Daripada orangtua kita? (Oh Yeah!)
Tahun lalu perkembangan cinta trasa begitu (begitu) lambatnya (lambatnya)
Matahari masih menunggu

Si labrador pun mulai berlari
Di tepian air ini
Dengan riangnya di tengah ombak
S'akan mengajak kita
Setlah melepas sandalmu
Kau (ber)lari mengejarnya
Sperti yang kau lakukan dulu
(Sambil tertawa)
Tuk pertama kali
Marilah berciuman

Oh Ma Cherie
Hanya dengan saling bergantian
Meminum air mineral dari botol ini

Pure Heart
Hatiku berdegup begitu kencang
Ku tahu aku tlah jatuh cinta

Begitu musim ini ber~akhir
Pantai ini kan menjadi sepi (Oh Yeah!)
Tapi sampai aku bisa ungkapkan rasaku (rasaku)
Bagiku (bagiku)
Musim ini blum berakhir

Hai labrador, datanglah ke sini!
Akhirnya aku bisa
Memeluk dirimu dengan erat
Dalam dekapku ini
Kenangan itu selalu
Menyisahkan sesalan
Kali ini tak kan kulepas (ya dirimu)
Tlah aku tunggu
Marilah berciuman

Dia slalu memperhatikan
Dan menunggu tanpa sabar
Akan cinta kita bertahun-tahun lamanya
Temanku semenjak kecil
Bertumbuh bersama diriku
Dia adalah
Si anjing itu

Si labrador pun mulai berlari
Di tepian air ini
Dengan riangnya di tengah ombak
S'akan mengajak kita
Setlah melepas sandalmu
Kau (ber)lari mengejarnya
Sperti yang kau lakukan dulu
(Sambil tertawa)
Tuk pertama kali
Marilah berciuman

Rabu, 17 Oktober 2018

[LVI] Rashikunai - NMB48

Ingin ku menemuimu
Tak bisa ku hanya berdiam di sini
Aku berlari melesat dari rumah
Menuju ramainya kota
Suara klakson dari mobil seakan menggoda diriku ini
Begitu emosionalnya
Ingin kutabrakan diri ini

Bisa sampai sebegininya
Terobsesi padamu, sangat crazy
Rasanya (ada) yang terlepas (dariku)
Sebuah kecelakaan di hati

(1! 2! 3! 4!)
Tidaklah tidaklah biasa
Diriku tak pernah begini sbelumnya
Ketenangan hati ini tlah menghilang, tak bisa ku kontrol rasa ini
Inikah ci~nta?
Hanya dengan memikirkanmu saja
Perasaan bergairah ini mengalir lancar ke sluruh tubuhku
Ijinkan aku (tuk) meneriakkan namamu Yeah!

Saat kita bertemu nanti
Apa yang harus dibicarakan?
Hanya dengan melihatmu saja mungkin aku kan langsung membatu
Di tengah keributan dan keramaian kota ini, jika bisa
Bertemu kau yang kucinta
Bahagia untukku

Kuusap keringat yang mengalir
Dengan nafas tersengal ini, satisfied
Angin segar (berhembus) meniup (wajahku)
Hati ini merasa puas

(1! 2! 3! 4!)
Tidaklah tidaklah biasa
Hal yang lebih penting dari jawaban
Tak ku tahu sama skali saat diri ini mulai berlari dengan kencang
Inilah ci~nta
Perasaanku yang polos ini
Aku tahu bahwa tidak bisa
Untukku memelukmu saat ini
Ijinkan aku menangis dengan suara pelan Yeah!

(1! 2! 3! 4!)
Tidaklah tidaklah biasa
Diriku tak pernah begini sbelumnya
Ketenangan hati ini tlah menghilang, tak bisa ku kontrol rasa ini
Inikah ci~nta?
Hanya dengan memikirkanmu saja
Perasaan bergairah ini mengalir lancar ke sluruh tubuhku
Ijinkan aku (tuk) meneriakkan namamu Yeah!

[LVI] Zipper - NMB48 Milky, Akarin, Keicchi

Kau menuangkan sereal ke dalam mangkuk
"Aku akan terlambat!" Kau berteriak
Baju onepiecemu belum terpakai sempurna
Pagi hari yang kacau

Lalu kau panggil namaku brapa kali
"Di manakah susunya" kamu bertanya
Tak pernah kulihat susunya terletak
Di tempat lain slain di kulkas

Ya, kau memang orangnya mudah panikan
Yes, pasti susah untukmu bangun pagi
Tenanglah saja (tenanglah saja)
Tak usah panik (tak usah panik)
Kau tak kan telat

"Aku mohon
Resleting di punggungku
Tolong naikkan sedikit"
Jika kau minta dengan nada manja
Resleting di punggungmu
Ku ingin memelukmu
Di dalam dekapanku ini

Kau melemparkan tas tanganmu ke blakang
"Tak kutemukan kunciku" kamu berkata
Adegan ramai dan kacau sperti ini
Adalah hal biasa

Dan kemudian ponselmu pun berbunyi
Di sekitar sofa, dengan sangat keras
Namun yang kamu perhatikan adalah
Bagaimana tampilan makeupmu

Ku sudah tak peduli akan hal itu
Yes, jika kau sibuk ku tak bisa mengganggu
Dirimu itu (dirimu itu)
Hidup dengan (hidup dengan)
Begitu jujur

Serahkanlah
Resleting di hatimu
Akan kubuka untukmu
Seluruh ragamu adalah milikku
Resleting di hatimu
Jika kau yang minta
Kan kuturun-naikkan sesukamu

Tercermin di kaca ini
Sehari-hari kita berdua
Dirimu itu memang seksi tetapi
Yang juga (yang juga)
Aku suka (aku suka)
Dirimu yang sedikit kacau itu

"Aku mohon
Resleting di punggungku
Tolong naikkan sedikit"
Jika kau minta dengan nada manja
Resleting di punggungmu
Ku ingin memelukmu
Di dalam dekapanku ini

[LVI] Kibou ni Tsuite - NO NAME

Meski terus kuregangkan
Tanganku (tanganku) tak kan bisa kucapai
Impian kita semua
Begitu (begitu) jauh di depan kita

Bintang yang ada di langit
Kan tetap bersinar kapanpun itu
Di tengah kegelapan pun
Tak kan pernah padam

Biarkan ku critakan
Sgala tentang harapan
Bagai s'orang penyair
Menggebu (menggebu) tak henti (tak henti)
Jika airmatamu mengalir tanpa henti
Daripada menghiburmu
Ku akan (ku akan) critakan (critakan)
Oh tentang langit cerah itu

Meski kau mencari cinta
Tak akan (tak akan) kau temukan dengan mudah
Bukankah kan lebih baik
Jika kau (jika kau) yang memulai cinta itu?

Di dunia yang luas ini
Segalanya dituntun oleh takdir
Satu-satunya cahaya
Muncul di depanku

Biarkan kucritakan sgala ttg harapan
Bagai pelaut tua
Sedalam (sedalam) lautan (lautan)
Jika hatimu itu luka dan tersakiti
Tak perlu kau obati
Menuju (menuju) mentari (mentari)
Ku akan tuntun dirimu

Semua orang pasti merasa
Menyerah adalah jalan termudah
Tapi mimpimu tak akan
Pernah lepas darimu

Biarkan ku critakan
Sgala tentang harapan
Bagai s'orang penyair
Menggebu (menggebu) tak henti (tak henti)
Jika kau kehilangan jawaban yang kau cari
Tanpa pernah berhenti kau terus (kau terus) berjalan

Biarkan kucritakan
Sgala ttg harapan
Bagai s'orang prajurit
Ku yakin (ku yakin) nantinya (nantinya)
Mimpiku akan terwujud...

[LVI] Yowamushi Kemushi - AKB48 Kashiwagi Yuki

Saat kupandang dengan datarnya
Tetes hujan di jendela kaca
Tercermin diriku di sana
Bersama tetesan air itu

Meski tlah kuyakin tak kan menangis
Namun airmata terus mengalir
Seberapa pun aku mencoba
Tak bisa hentikan kesedihan ini

Ah
Kelopak cinta ini tlah mulai berguguran
Setelah dengan indahnya mekar di musim semi
Sekarang mereka terbawa oleh angin
Membuatku pikirkanmu
Bagai ulat pengecut

Pandangan di luar terhalang oleh nafasku
Rasanya sperti pemandangan baru
Ku hanya bisa memandangnya dari jendela
Tanpa mampu mendekat selangkah pun

Di saat musim dingin berakhir
Ku ingin bisa tersenyum lagi
Tetapi sampai hujan berhenti
Ku rasa ku kan terus begini

Ah
Impian slalu datang dan kemudian pergi
Padahal dulu aku sangat sukai dirimu
Dulu saat bersama kita sangat bahagia
Memang ku tlah berjuang
Bagai ulat pengecut

Ah
Kelopak cinta ini tlah mulai berjatuhan
Setelah dengan indahnya mekar di musim semi
Sekarang mereka terbawa oleh angin
Membuatku pikirkanmu
Bagai ulat pengecut

Selasa, 16 Oktober 2018

[LVI] Takane no Ringo - NMB48

Orang lain
Slalu mencoba untuk meraih
Apel yang ada
Di ranting yang ada di bawah

Semua orang
Tlah menyerah tuk mencoba
Meraih yang di atas
Maukah kau meraihnya?

Kenapa kau
Tidak memilih sebuah mimpi
Yang pastinya sangat mudah untuk kau gapai?
Bukankah
Mendapat hasil yang jelas
Terasa lebih mudah
Daripada berjuang

Tapi tidak ada (tapi tidak ada)
Mimpi sedekat itu

Ku akan mendorong diriku
Dan tak akan menyerah
Meski semua orang memandangku dingin...
Ku akan mendorong diriku
Semua kan kutaruhkan
Yang standar bukanlah impianku (impianku)
Kan kuraih apel di puncak

Jika menunggu
Apel itu jatuh kepadamu
Waktu milikmu
Hanya kan terbuang sia2
Cobalah kau
Panjat pohon apel itu
Karna tanpa resiko
Hasil tak kan kau dapat

Ini bukanlah
Tentang menang ataupun kalah
Janganlah ciptakan
Alasan tuk dirimu sendiri
Jika ada hal yang ingin kau juangkan
Kau kan terus mencoba
Dia kan mendorongmu

Keringat yang kau teteskan (keringat yang kau teteskan)
Akan terasa manis

Jika kau ingin mencobanya
Menjadi yang pertama
Raihlah puncak yang didambakan semua orang
Jika kau ingin mencobanya
Jangan sampai kau jatuh
Satu-satunya tujuan milikmu (milikmu)
Adalah apel yang di puncak

Ku akan mendorong diriku
Dan tak akan menyerah
Meski semua orang memandangku dingin...
Ku akan mendorong diriku
Semua kan kutaruhkan
Yang standar bukanlah impianku (impianku)
Kan kuraih apel di puncak

[LVI] 12 byou - HKT48

"Akan kuberikan sebuah batu permata
Yang paling indah di dunia
Karena itulah, tutup matamu sebentar"
Berkata menggoda kau padaku

Suara desir ombak mulai terdengar di telingaku
Ku rasakan kau mendekat
Roman musim panas sepertinya skarang kan segra dimulai

Sesuatu menyentuh bibirku
Sebuah berlian yang begitu lembut
Milikmu yang selama ini terus engkau jaga
Harus bagaimanakah diriku
Hanya bisa ku mendekap dirimu
Dalam pelukan ini dengan kaku
Terdiam diriku
12byou

Sudah waktunya kah? Perlahan kubuka mata
Dan mata kita pun bertemu
Ciuman ideal yang dilakukan pasangan
Berlangsung untuk brapa lama?

Situasi ini bagiku rasanya terlalu romantis
Harus bereskpresi sperti apa? Harus bicara apa?
Tak bisa kembali menjadi teman biasa

Saat berlian itu meninggalkan bibirku
Perlahan menghilang
Akan aku jaga dan lindungi sampai kapanpun
Selama angin masih berhembus
Sebisa mungkin sebiasa mungkin
Kan kujadikan dirimu milikku
Untuk selamanya
12byou

Sesuatu menyentuh bibirku
Sebuah berlian yang begitu lembut
Milikmu yang selama ini terus engkau jaga
Cinta yang ada di tangan kita
Berkilau dengan begitu indahnya
Bagaikan permata kenangan indah
Terlalu bersinar
12byou

[LVI] Kidzuitara Kataomoi - Nogizaka46

Saat kusadar, cinta searah
Jatuh cinta padamu tanpa sangka
Setiap saat dirimu terbayangkan
Entah kenapa sakit kurasa...

Setiap manusia berapa kalikah bertemu seseorang?
Dan berpikir "kali ini pasti dia adalah takdirku"
Tapi ternyata semua salah dan justru tersakiti
Sejak itulah aku putuskan tuk berhenti mencintai siapapun lagi

Saat berkenalan a/ku berpura tid/ak tertarik padamu
Aku bersikap tak ramah hanya untuk melindungi diriku
Saat ultahku, maupun natal, maupun valentine
Berusaha ku menciptakan kekuatan
Untuk melewati semua sendiri

Tak baik
Aku terus bertanya di manakah dirimu
Tak bisa
Lewat telepon ingin dengar suaramu
Tak mau
Hari-hari penuh sesakan dada itu
Membuat airmata saat ini rasanya pun telah habis

Saat kusadar, cinta searah
Jatuh cinta padamu tanpa sangka
Setiap saat dirimu terbayangkan
Kenapa sakit ku rasa...
Saat kusadar, cinta searah
Tak mau aku mengakuinya
Sikap keras kepala aku ini
Mungkin karna lemah hatiku...

Berusaha (ku) menganggapmu sbagai seorang teman saja
Saat mencoba bersikap normal justru canggung yang kurasa
Bahkan orang yang memperkenalkan kita berdua
Melihat kalian begitu dekat, rasanya membuat aku gundah

Selalu
Bagiku cara untuk menghindari patah hati
Sengaja
Menjadi pengecut, tanpa pilihan lain
Tetapi
Aku tak kan bisa bohongi hati ini
Di tengah keramaian, ya dirimulah yang terus aku cari

Sedari awal tlah kutahui
Pasti ku kan jatuh cinta padamu
Saat mata kita berdua bertemu
Hati (ku) bisikkan firasat
Sedari awal tlah kutahui
Kau adalah orang yang berarti
Saat hati terjatuh akan cinta
Tak kan bisa coba menolak

Meski kupendam rasa ini
Sesakan penuhi dadaku
Meski begitu aku cinta
Jika kuungkap mungkin akan menghilang...

Saat kusadar
Saat kusadar
Saat kusadar, cinta searah
Jatuh cinta padamu tanpa sangka
Setiap saat dirimu terbayangkan
Kenapa sakit ku rasa...
Saat kusadar, cinta searah
Tak mau aku mengakuinya
Sikap keras kepala aku ini
Mungkin karna lemah hatiku...

Aku hanya harus menerimanya...

[LVI] Hayaokuri Calendar - HKT48

Saaa One Two Three!
Ayo cepatlah WOWOW
Wahai mentari WOWOW
Romansa ini telah dimulai
Hujan tlah (berhenti) awan pun (menghilang)
Musim hujan tlah berakhir
Milikku ini (hey hey hey)
Yang dipercepat, kalendar

Di teras kafe di belokan ini
Akhirnya parasol tlah dibuka
Musim panas yang selalu kunanti
Akhirnya kan tiba

Bisakah aku mengajak dirimu
Menuju laut dekat surga itu?
Di tahun ini ayo berenang berdua

Nanti dengan baju yang tak berlengan aku
Akan segra datang tuk menjemput dirimu
WOWOW

Saaa One Two Three!
Hai langit biru WOWOW
Bawalah aku WOWOW
Sekarang aku sedang kasmaran
Di atas (pohon yang) bersinar (mentari)
Serangga mulai bernyanyi
Tak ada waktu untukku ragu
Kan kucium dirimu

Ku menyukaimu WOWOW
Sangat sukaimu WOWOW
Prasaan ini ingin kuungkap
Sebelum (musimnya) berganti (ku telah)
Terpikat pada dirimu
Aku yang kalah (Hey! Hey! Hey!)
Yang dipercepat, surrender

Sinar ultraviolet mengenaiku
Entah kenapa semakin menyengat
Namun hanya bagian lenganku saja yang akan terbakar

Begitu kita pergi dari sini
Bisakah ku memandang dirimu
Berbaring bersama di pasir pantai sampai sore

Pakaian renang sperti apa yang kan kau pakai
Tak ingin ku tunjukkan pada siapapun

WOWOW
Saaa One Two Three!
Angin selatan WOWOW
Truslah berhembus WOWOW
Dalam hatiku penuh debaran
Di laut (yang biru) dan ombak (yang putih)
Masih begitu tenangnya
Tak peduli gaya renang apapun
Naikkanlah semangatmu

Apa kah kau suka WOWOW
Pada diriku? WOWOW
Aku tak akan menanyakannya
Di saat (musim panas) kan tiba (kan kuungkap)
Kunantikan kelanjutannya
Terus bersiap (Hey! Hey! Hey!)
Yang bersemangat, siapakah?

Saaa One Two Three!
Hai langit biru WOWOW
Bawalah aku WOWOW
Sekarang aku sedang kasmaran
Di atas (pohon yang) bersinar (mentari)
Serangga mulai bernyanyi
Tak ada waktu untukku ragu
Kan kucium dirimu

Ku menyukaimu WOWOW
Sangat sukaimu WOWOW
Prasaan ini ingin kuungkap
Sebelum (musimnya) berganti (ku telah)
Terpikat pada dirimu
Aku yang kalah (Hey! Hey! Hey!)
Yang dipercepat, surrender

Yang dipercepat, kalender

[LVI] Sentimental Train - AKB48

Kereta berwarna perak melewati pedesaan
Perlahan mulai melambat (mendekat stasiun)
Apakah dirimu hari ini juga menaikinya? (Dengan seragam abu-abu)

Jika rambutmu diikat, artinya ada ujian
Itu membuatmu semangat (rumor yang kudengar)
Diriku dari kejauhan mengirim dukungan untukmu

Bukankah hal ini sudah pasti namanya adalah cinta? (Pertama kali)
Emosi diriku ini memang membingungkan

Pagi ini entah kenapa rasanya menyakitkan
Hal yang tak pernah aku duga sebelumnya
Mungkin ini debaran, sesuatu yang kupendam
Ingin ku meneriakkannya
Jika bisa kuungkapkan perasaanku ini
Mungkinkah gelisah di hati kan menghilang
Hari saat ku tak bisa berbuat apapun adalah
Sentimental Train

Dua stasiun sbelumnya, kau turun bersama temanmu
Hal yang biasa di harimu (sudah semestinya)
Langit yang kulihat di balik jendela kereta (rasanya membahagiakan)

Kenyataan diri ini berpikir ingin jumpa lagi
Membwat ku sendiri terkejut (namun penasaran)
Di dalam fantasi dirimu menatap diriku tuk sesaat

Meski ku membantahnya namun hal ini sudah pastinya cinta (aku yakin)
Jika ku lebih cinta lagi, kan jadi masalah

Oh kenapa hatiku berdegup dengan sangat keras
Hanya dengan memikirkan dirimu saja
Tak ada yang kudapat, masih aku teringat kejadian pagi ini

Jika aku ungkap dengan jujur prasaan ini
Mungkinkah ini kan terasa lebih mudah?
Tapi ku tak ingin secara langsung mengungkapkannya
Kereta yang melambat

Hari hari menuju kelulusan nanti
Semuanya begitu berkilau
Oh ke manakah kereta ini akan terus melaju?

Pagi ini entah kenapa rasanya menyakitkan
Hal yang tak pernah aku duga sebelumnya
Mungkin ini debaran, sesuatu yang kupendam
Ingin ku meneriakkannya
Jika bisa kuungkapkan perasaanku ini
Mungkinkah gelisah di hati kan menghilang
Hari saat ku tak bisa berbuat apapun adalah
Sentimental Train
Yang kan terus melaju