Minggu, 30 Juni 2019

[LVI] Kuroi Hitsuji - Keyakizaka46

Lampu lalu lintas itu
Hijau atau birukah warnanya
Yang mana
Sangat ingin kutegaskan hal yang samar itu

Melewati kerumunan orang di pusat perbelanjaan menjelang gelap itu menyebalkan
Lewat lintasan kereta, kuberbalik, ambil langkah pulang

Kelas tambahan tak ingin aku ikuti
Apanya yang hanya dengan hadir bisa tuk saling mengerti
Tak bisa saling bertukar pikiran, jiwaku terbuai, membwat tak ada kata yang terucap
Berkata apa yang ingin dikatakan pun
Jawaban yang ideal tidak akan bisa ditemukan

Seseorang menghela napas panjang
Kuyakin itu suara hatinya

Reff.
Bagai domba hitam
Yaa tidak apa jika hanya aku yang menghilang
Dengan begitu jarum waktu yang berhenti itu kan berputar kembali
Apakah ada jawaban yang bisa
Diterima oleh semua orang?

Jika hanya
Diriku saja yang menolak silahkan acuhkanlah
Mencoba menyamakan jawaban dengan semuanya itu tak nyaman
Teman-teman yang saling berbagi pandang
Bagi mereka kuhanya(lah) penghalang

Mencolok dengan buruknya di tengah domba putih
Domba hitam pekat, hanyalah diriku
Tak sedikit pun mau memiliki warna sperti mereka

Entah kapankah waktu yang tepat untuk menyalakan lampu kamar ini?
Tanpa cinta, yang tertinggal
Hanya kenangan, di smartphone ini
Hubungan interaksi antar manusia itu
Entah kenapa sulit bagiku
Adalah sbuah kesalahan
Untuk berada di lingkaran itu

Hidupku selama ini
Berjalan tak sesuai mimpi
Hanya di penuhi oleh segala macam kejadian yang tak akan pernah bisa kuterima
Selalu dipaksa untuk menyerah
Dengan perasaan tak puas
Diriku berkali-kali meludah
Menggigit bibirku tanpa aku sadari

(No… No... No... No...)

Semua adalah salahku

Reff.
Bagai domba hitam
Yaa tidak apa jika hanya aku yang menghilang
Dengan begitu jarum waktu yang berhenti itu kan berputar kembali
Apakah ada jawaban yang bisa
Diterima oleh semua orang?

Jika hanya
Diriku saja yang menolak silahkan acuhkanlah
Mencoba menyamakan jawaban dengan semuanya itu tak nyaman
Teman-teman yang saling berbagi pandang
Bagi mereka kuhanya(lah) penghalang
Ya aku tahu

Bagai domba putih
Menjadi seperti mereka sama skali tak ku ingin
Karna jika itu terjadi, maka diriku bukan(lah) diriku lagi
Menjadi berbeda dari yang lain
Bagi mereka kuhanya menghalangi

Entah apakah
Yang dibenci orang dewasa jika rambut diwarnai?
Apakah bagi mereka itu simbol berontak, marah juga benci?
Diriku yang miliki warna sendiri
Membuatku jadi beban yang menindih

Orang-orang yang membuang kenyataan
Seraya berpura-pura menjadi domba putih
Akankah kalian mencariku, tertawa sambil menunjukkan jari?
Jika begitu ku kan slalu
Meski begitu ku kan slalu
Mencolok dengan buruknya di sini

0 comments:

Posting Komentar